TALUD DATANG ... BANJIR HILANG. KAPAN ??

02/03/2009 08:34

Perkembangan penduduk yang begitu pesat membawa konsekuensi penyediaan lahan/tanah pekarangan yang cukup untuk perumahan warga, disamping harus ditata lingkungan perumahan sehingga sanitasi betul-betul terjaga.

Secara geografis, letak pemukiman warga Mutih Kulon yang bermukim di wilayah Rt. 01-02-03 Rw. 03 dan Rt. 01-02-03-04 Rw. 04 serta Rt. 01-02-03-04-05-06 Rw. 05 merupakan wilayah yang paling sering menanggung dampak banjir atau luberan dari saluran air tengah Desa ini. Hal ini dikarenakan letaknya yang berada dikawasan/pinggiran saluran air tengah Desa tersebut.

Banjir dan/atau luberan limbah rumah tangga ini terjadi, disamping karena factor salurannya sudah sangat dangkal juga didukung dengan faktor penyempitan saluran air karena didesak oleh perumahan warga yang berada di sepanjang pinggiran saluran tersebut.
Kondisi inilah yang mendorong warga masyarakat untuk mengusulkan gagasan pembangunan Talud di saluran air tengah desa ini guna mengatasi persoalan yang selalu mendera warga di kawasan tersebut.

Mengingat kondisi masyarakat baik secara ekonomi tergolong masyarakat kurang mampu, maupun antusias masyarakat kurang terhadap kondisi saluran air yang ada di Desa yang cenderung berasumsi bahwa segala bentuk kegiatan pembangunan sarana dan prasarana saluran air menjadi tanggungjawab pemerintah. Keadaan saluran air yang masih berupa tanah yang selalu menimbulkan dampak banjir dilingkungan perkampungan warga mengilhami munculnya gagasan untuk menata saluran air yang permanen ini tidak berlebihan kiranya diajukan kelompok-kelompok masyarakat dalam setiap alur kegiatan PPK melalui musyawarah kelompok/ dusun hingga MKP maupun MD perencanaan. Semoga ini bukan sekedar impian tetapi bisa cepat menjadi kenyataan.

Back